RootsLineNews Adalah blog dan nama baru pengganti Portal Berita Berandalanpuritan.Blogspot.com, namun walaupun dengan nama yang berbeda para pengurus portal berita RootsLineNews seratus persen sama dengan pengurus berandalanpuritan.blogspot.com --Purgatory Sedang Menyiapkan Album Versi Akustik Dari Lagu lagu Metal Mereka -- Telah Beredar (EP) Album Perdana The Roots Of Madinah Berjudul Konfrontasi Teror Info Lebih Lanjut Hubungi Arif Attack 021 930 72 693- Sudahkah Anda Memiliki Kedua Album Band Metal Purgatory? -- Band Metal Tengkorak Tidak jadi Bubar, pesan Ombat sang vokalis "Kami Kembali Ke Scene!" - Telah Beredar Album perdana Band metal Aftermath - the Great Saracenia pemesanan hubungi 0856 929 437 99 -

Also Support :

Photobucket

Mobil Tenaga Surya Pertama Palestina




VIVAnews - Tiga mahasiswa Palestina berhasil merakit sebuah mobil bertenaga surya. Keberhasilan menciptakan mobil bertenaga surya dengan anggaran terbatas merupakan prestasi luar biasa bagi mahasiswa di kawasan konflik seperti Palestina.

Kendaraan berwarna putih yang dilengkapi dengan panel solar tersebut dirakit oleh tiga mahasiswa teknik di Universitas Politeknik Palestina di kota Hebron, Tepi Barat. Mobil itu bisa melaju hingga kecepatan sekitar 30 kilometer per jam.

Tiga mahasiswa perancangnya memerlukan waktu tiga bulan untuk merancang dan merakit mobil, dengan anggaran dan sumber daya terbatas. Kendaraan ini dilengkapi dengan mesin elektronik berkapasitas 2 bph bertenaga baterai yang menyimpan energi dari panel surya di atap mobil.

Selain memanfaatkan energi surya, baterai tersebut bisa diisi ulang menggunakan peralatan elektronik bila cuaca mendung. Mobil ini dirakit sebagai bagian dari proyek pengembangan sumber energi terbarukan untuk mengurangi polusi di kawasan Palestina.

"Kami tidak punya industri, jadi hampir semua polusi kami berasal dari kendaraan," kata Dr. Zahdi Salhab, direktur departemen teknik mesin di Hebron. Dia berharap proyek ini akan menarik donasi untuk membiayai pengembangan mobil serupa sehingga warga di Tepi Barat bisa menggunakannya.

"Butuh biaya sekitar US$4 ribu untuk merakitnya, tapi kami akan membutuhkan dua kali lipatnya agar bisa membuat mobil sebenarnya, yang lebih baik, lebih cepat, dan bisa dikemudikan di semua kondisi," kata Salhab pada surat kabar The Guardian, akhir pekan lalu. (umi)